everyday, everymorning.

Tujuh hari dalam satu minggu. Pagi sampai siang.. Mulai bulan kemarin hal itu dimulai..

Mundur kebelakang, gue berdoa ke TUHAN plus tekad kuat, supaya bisa dapet kerja layaknya orang pada umumnya. Senin sampai jumat, delapan hingga empat atau sejenisnya. Salah satu alasannya, ngurangin insomnia. Dengan tuntutan kerjaan yang semestinya, maka bangun pagi gue bisa teratur. Mau gak mau, jadwal melek malem gue pasti juga harus dibenerin. Nah, di sabtu minggu, bisa ke akber, bigreds, dll..
Pandangan gue terdahulu bahwa kerja kantoran, office hour, dibalik meja, blablabla… Adalah membosankan.
Mungkin karena saat itu gue masih mahasiswa aktif. Anak olahraga lagi. Hmmm.. kalimat terakhir emang absurd. Salah.
Pengennya outdoor terus.

Beberapa kali nglamar pekerjaan dengan harapan kayak gitu, ada, nemu. Diterima pulak!:D
Tapi, itulah sekarang, udah sebulan takdir itu gue jalanin. Lebih buruk? Nggak!!

TUHAN emang beneran Gila.

Jalan gue dibelokin tapi tetep ketujuan awal, bangun pagi. Setiap hari.
Meskipun masih tersisa beberapa kali tidur larut, yaaah.. Bisa disiasatin dengan siangnya tidur dirumah atau di masjid.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: